GANGGUAN PSIKOLOGI "PSIKOPAT"
GANGGUAN
PSIKOLOGIS
“PSIKOPAT”
Disusun
oleh:
ANNISA AULIA RAHMA 11514352
WAHYU ANJANI 1C514122
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UIVERSITAS
GUNADARMA
DEFINISI
PSIKOPAT
Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari
kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit.
Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat, karena perilakunya yang
antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.[1]
Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.
Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.
Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Prasangka dan tuduhan kepada seseorang yang menganggapnya psikopat dengan sembarangan berisiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek.
GEJALA-GEJALA PSIKOPAT
- Sering berbohong, fasih, dan dangkal.
- Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
- Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Kadang-kadang psikopat mengakui perbuatannya, namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
- Senang melakukan pelanggaran di waktu kecil.
- Sikap acuh tak acuh terhadap masyarakat.
- Kurang empati. Bagi psikopat, memotong kepala ayam dan memotong kepala orang tidak ada bedanya.
- Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
- Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Tidak ada waktu bagi seorang psikopat untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
- Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
- Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki tanggapan fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, ataupun gemetar. Pengidap psikopat tidak memiliki perasaan tersebut, karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
- Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
- Biasanya sangat cerdas dan mungkin paling cerdas ketika dibandingkan dengan anak-anak yang lain.
- Biasanya banyak mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya dan marah jika orang lain menyalahkannya. Merasa paling benar, dan biasanya anggapannya itu memang benar.
- Mengetahui sesuatu yang tidak diketahui. Biasanya banyak yang benar dan sangat sedikit sekali yang salah.
- Memiliki perkiraan dengan akurasi yang tinggi (perkiraannya jarang salah dan kebanyakan adalah benar atau benar semuanya).
TUJUH
TAHAP DIAGNOSA PSIKOPAT
- Mencocokkan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan perilaku pasien dari waktu ke waktu.
- Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, pencitraan resonansi magnetik, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.[3][4]
- Wawancara menggunakan metode DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
- Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
- Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.
- Melakukan tes pengetahuan. Psikopat biasanya memiliki pengetahuan yang luas.
- Jika ada anak berumur 3 tahun yang terlalu genius, dan seharusnya anak tersebut tidak mungkin segenius itu, maka bisa jadi anak tersebut psikopat.
TIGA
KATEGORI PSIKOPAT
1.
Psikopat Ringan
Yaitu pengidap psikopat yang melakukan perilaku yang
secara umum menyimpang dari norma-norma sosial.
Contoh :
Berdasarkan hasil survei di Amerika, 1 dari 8
Facebooker adalah pengidap psikopat.
Ciri-cirinya:
Ø
Sering
berbohong : menggunakan foto profil palsu, nama palsu dan data palsu
Ø Egosentris : Enggan menerima
saran-saran positif dan suka membantah
Ø Tidak punya rasa sesal dan rasa
bersalah: suka menyerang pribadi pembuat status tanpa merasa
bersalah
Ø Senang melakukan pelanggaran: suka
memuat foto porno, foto tidak sopan, suka membuat status
yang tidak layak
dibaca
Ø Sikap acuh tak acuh: Suka membuat
komentar yang bersikap sinis
Ø Kurang empati: merasa lebih tahu,
lebih mengerti dan merasa lebih pintar dari pembuat status lainnya
Ø Agresif : suka mencela status dan
penulis status. Bahkan, suka menggurui.
Ø Impulsif dan mudah bereaksi : jika
ada status yang bernada provokatif, Facebooker tersebut
langsung bereaksi
keras.
Ø Tidak mampu bertanggung jawab :
kalau melakukan kesalahan di Facebook, tak pernah meminta
maaf
Ø Manipulatif: kalau ditegur
Facebooker lain, slalu cari-cari dalih atau alasan
2.
Psikopat
Sedang
Yaitu pengidap psikopat yang melakukan perilaku yang
secara umum menyimpang dari norma-norma hukum.
Contoh : Seseorang yang melakukan pencabulan
Ciri-cirinya :
Ø Sering berbohong: suka menipu,
pungli, korupsi, nepotisme,suap, sogok
Ø Egosentris : suka memalak atau
memeras
Ø Tidak punya rasa sesal dan rasa
bersalah: selalu menguangi perbuatan jahatnya
Ø Senang melakukan pelanggaran:
suka melakukan tindakan kriminal perdata
Ø Sikap acuh tak acuh: tidak takut
ancaman hukuman
Ø Kurang empati: suka
mempermainkan perasaan orang lain
Ø Agresif: suka memaksa
Ø Impulsif dan mudah bereaksi :
langsung reaktif tanpa mau mendengarkan keluhan
orang lain
Ø Tidak mampu bertanggung jawab :
selalu menghindar dari pertanggungjawaban
Ø Manipulatif: suka cari-cara alasan
dan pembenaran atas perbuatan kriminalnya
3.
Psikopat Berat
Yaitu pengidap psikopat yang melakukan perilaku yang
secara umum menyimpang dari norma-norma agama.
Ciri-cirinya :
Ø Sering berbohong: walaupun sudah
disumpah atas nama Tuhan, tetapi tetap
berbohong (di penngadilan)
Ø Egosentris : merasa agamanya sendiri
paling sempurna
Ø Tidak punya rasa sesal dan rasa
bersalah: jika berkata tidak benar (munafik) dan suka
ingkar janji walaupun mengucapkan kalimat “Insya Allah”
Ø Senang melakukan pelanggaran :
berzina, judi,lesbian,homoseks,masturbasi
Ø Sikap acuh tak acuh : tidak mau
menghargai penganut agama lain
Ø Kurang empati: membenci suku
lain, agama lain, ras/bangsa lain dan antar golongan
lain secara sembarangan (gebyah uyah).
Ø Agresif : melakukan perkosaan,
pembunuhan, perampokan, perusakan harta pribadi,
penyiksaan, merusak tempat peribadatan agama lain
Ø Impulsif dan mudah bereaksi :
bersikap anarki terhadap hal-hal yang tujuannya
mungkin baik tetapi caranya salah dan tidak religius
Ø Tidak mampu bertanggung jawab :
melakukan kejahatan dengan dalih membela
agama atau demi agama
Ø Manipulatif: bersikap syirik/musyrik
AGENS128 Adalah Situs Judi Online Taruhan Sepak Bola, Casino, Sabung Ayam, Tangkas, Togel & Poker Terpopuler di Indonesia
BalasHapusPasang Taruhan Online Melalui Agen Judi Terpercaya Indonesia Agens128, Proses Cepat, Banyak Bonus, Online 24 Jam dan Pasti Bayar!
Sabung ayam
sbobet online
casino online
tembak ikan
daftar bisa langsung ke:
LINE : agens1288
WhatsApp : 085222555128